Jenis Pemanis Buatan dan Dampaknya

Ketahuilah beberapa Jenis Pemanis Buatan dan Dampaknya pada kesehatan yang dapat menimbulkan beberapa jenis gejala masalah kesehatan yang harus di waspadai oleh kita semua.

Berawal dari banyaknya penyakit yang timbul akibat asupan gula berlebih, maka dibuatlah pemanis bauatan sebagai alternatif pengganti gula. Meski mengandung kalori lebih kecil, tapi pemanis buatan ini juga berpotensi menimbulkan dampak buruk pada kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Jenis Pemanis Buatan dan Dampaknya

Pemanis buatan merupakan pengganti gula yang dihasilkan melalui proses kimiawi. Pemanis bautan dinilai memiliki rasa manis yang lebih tinggi dibandingkan pemanis biasa atau gula.

Beberapa Jenis Pemanis Buatan

Ada beberapa jenis bahan pemanis buatan yang sering digunakan dalam produk makanan dan minuman, Yaitu :

  • Aspartam

Aspartam biasa digunakan seabgai pemanis dalam permen karet, sereal sarapan, agar-agar, dan minuman berkarbonasi. Pemanis buatan ini 220 kali lebih manis daripada gula. Kandungan aspartam terdiri dari asam amino, asam asparpat, fenilalanin, serta sedikit etanol.

  • Sakarin

Rasa manis yang dihasilkan sakarin mencapai 300-400 kali lebih kuat daripada gula. Pemakaian sakarin dalam sekali penyajian untuk makanan olahan tidak boleh lebih dari 30mg. Sedangkan untuk minuman tidak boleh lebih dari 4mg/10ml cairan.

Obat Asam Urat Terbaik 2019

  • Sukralosa

Sekralosa dihasilkan dari sukrosa yang memiliki rasa manis 600 kali kuat dibandingkan gula. Bahan ini biasa digunakan pada produk makanan yang dipanggang atau digoreng. Konsumsi harian sukralosa yang ideal adalah sebanyak 5mg/kg berat badan.

  • Acesulfame Potassium

Bahan ini sangat stabil dalam teperatur tinggi dan mudah larut, sehingga sesuai dipakai dalam banyak produk makanan. Batasan konsumsi harian yang disarankan utnuk acesulfame potassium adalah 15mg/kg berat badan.

  • Neotam

Bahan pemanis buatan ini banyak digunakan pada makanan rendah kalori. Secara kimia, kandungannya hampir sama seperti aspartam, namun rasanya 40 kali lebih manis dari aspartam. Dibandingkan dengan gula rafinasi, tingkat kemanisan neotam mencapai 8.000 kali lebih tinggi. Neotam dapat dikonsumsi hingga 18mg/kg berat abdan dalam sehari.

Dampak Pemanis Buatan Pada Kesehatan

Secara umum, pemanis buatan relatif aman untuk dikonsumsi, selama tidak melebihi batas asupan per hari. Meski demikian, ada dugaan bahwa pemanis buatan dapat menimbulkan beberapa efek samping pada sebagian orang.

Penggunaan sakalin dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat memicu kanker. Selain itu, pengguna aspartam juga bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang, ditandai dengan sakit kepala, kesulitan bernapas, ruam kulit, dan diare.

Tidak hanya sakarin dan aspartam, pemanis butan lainnya juga diduga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Seperti meningkatkan risiko penyakit ginjal, diabetes, dan gigi berlubang. Namun, semua efek samping tersebut belum dalam dibuktikan, sehingga masih perlu diteliti lebih lanjut.

Ada kondisi tertentu yang tidak diperbolehkan mengkonsumsi pemanis buatan, yaitu fenilketonuria. Kelainan genetik langka tersebut membaut tubuh penderitanya tidak mampu memecah fenilalanin. Zat ini terdapat pada sebagian pemanis buatan, seperti aspartam dan neotam.

Pemanis buatan sebaiknya dikonsumsi cara terbatas agar terhindar dari dampak buruknya. Jika anda memiliki kondisi kesehatan khusus, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai aturan dan batas aman penggunaan pemanis buatan. Demikian juga dengan anak-anak dan ibu hamil, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakan pemanis buatas.

Semoga Bermanfaat

Ditulis Oleh : Toko Herbal Ricalinu

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *